Banyak orang mengira kepribadian hanya terbagi dua: introvert atau ekstrovert. Padahal, ada yang berada di tengah-tengah, lho. Mereka disebut ambivert. Orang dengan tipe ini bisa menikmati interaksi sosial, tetapi juga membutuhkan waktu sendiri untuk mengisi ulang energi.

Menurut penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Personality Assessment, ambivert adalah mereka yang memiliki kecenderungan dari kedua sisi, introvert dan ekstrovert. Studi lain oleh Adam Grant dalam Psychological Science bahkan menemukan bahwa ambivert unggul dalam pekerjaan yang membutuhkan komunikasi, karena mampu menyeimbangkan antara berbicara dan mendengarkan.

Nah, apa saja ciri-ciri orang ambivert? Simak ulasannya berikut ini.

1. Nyaman bekerja sendiri maupun dalam tim

Ambivert bisa fokus saat bekerja sendiri, tapi juga bersemangat ketika berkolaborasi. Mereka fleksibel dan mudah menyesuaikan diri dengan situasi.

2. Suka bersosialisasi, tapi cepat lelah

Mereka menikmati acara kumpul-kumpul, tetapi setelah beberapa jam, energi mereka terkuras dan ingin segera pulang untuk beristirahat.

3. Menikmati perhatian, tapi tidak terus-menerus

Ambivert senang menjadi pusat perhatian sesekali, namun jika terlalu lama, mereka merasa tidak nyaman dan memilih mundur.

4. Dianggap pendiam oleh sebagian orang, supel oleh yang lain

Orang yang baru kenal mungkin melihatnya pendiam, sementara teman dekat tahu ia cerewet dan mudah bergaul. Ini karena ambivert menyesuaikan diri dengan lingkungan.

5. Tidak harus selalu sibuk, tapi bosan jika terlalu banyak waktu luang

Mereka menikmati waktu santai, tetapi jika terlalu lama tanpa aktivitas, rasa bosan muncul. Kombinasi waktu sendiri dan bersama orang lain adalah kuncinya.

6. Bisa larut dalam pikiran sendiri maupun percakapan

Ambivert dapat tenggelam dalam lamunan, tapi juga antusias saat terlibat dalam obrolan yang menarik.

7. Menikmati obrolan ringan, tapi cepat bosan

Small talk bisa menyenangkan, tetapi ambivert cepat merasa jenuh jika tidak ada topik yang lebih dalam.

8. Hati-hati, tapi terbuka pada orang tertentu

Mereka cenderung berhati-hati dalam bergaul, namun bisa sangat terbuka kepada orang yang dipercaya.

9. Terlalu lama sendiri bosan, terlalu lama bersosialisasi lelah

Keseimbangan adalah kunci. Ambivert perlu menemukan porsi yang pas antara me time dan interaksi sosial.

Jadi, ambivert bukan berarti kepribadian yang berubah-ubah. Mereka hanya memiliki fleksibilitas alami untuk menyesuaikan diri dengan situasi. Jika kamu merasa memiliki ciri-ciri di atas, selamat! Kamu termasuk orang yang istimewa.

Reporter: Sania Putri